Penyesalan Yang Terobati

 1

‎Gusti Mas Raden Mangundiryo merupakan darah biru asal Surakarta. Biasa dipanggil Diryo. Ia pernah berkuliah di kampus Jawa Tengah. Saat berkuliah, Diryo memang anak mamah. Saat ngekost, ia merasa home sick . Rasanya seminggu pengen banget pulang. Sampai semester dua, Dirjo memiliki sahabat yang sekaligus circle. Dirjo mendapatkan sahabat-sahabatnya saat ia di perpustakaan. Sampai ia sangat senang dengan circle rajinnya. Ia seringkali brainstorming dan juga berdikusi kecil-kecilan, terutama saat ujian. 

‎2

‎Sampai akhirnya ketemulah seorang cewek berparas manis, berkulit kuning, dan amat cantik, ia bernama fiony nugroho. Ia biasa dipanggil fio. Fio kemana-mana selalu membawa karimun kotak. Saat bertemu dengan Fio, Diryo saat itu sedang mengikuti kegiatan UKM. Fio adalah adik tingkat Diryo. Diryo dan fio saling bercengkrama terutama bertanya dan berdiskusi tentang materi juga persoalan hukum, yang mana ditambah bumbu gombal ala hukum menggunakan KUHPerdata, wanprestasi, onrechtmatigdaad. Singkat cerita akhirnya Fio dan Dirjo berpacaran. Awal mula fio yang menanyakan bagaimana kepastian dirjo. Dirjo yang kebetulan jomblo udah lama banget dan memang sayang sama Fio, akhirnya Dirjo menembak Fio di sebuah taman kampus nan indah menggunakan coklat silverqueen. Fio yang sudah klepek-klepek digombali KUHPerdata pun luluh. Dirjo amat bahagia saat itu. 

‎3


‎Hubungan fio dan diryoo amat erat dan kuat. Diryoo sering mengendarai mobil fio, pun juga fio sering menaiki supra Diryo. Diryo sering mengombal, "aku tak pernah melanggar janji, karena janji adalah sebuah perikatan yang mana ketika melanggar, kamu dapat menggugatku dengan pasal 1238, 1243, 1244 KUHPerdata." makin-makin fio kesenangan. Fio pun tersenyum-senyum. Hingga waktu telah berjalan 5 bulan. Diryo pun merasa tak nyaman dengan fio karena terlalu positif hingga akhirnya putus

‎4

‎Jalan 5 tahun setelag putus, ada rasa kangen Diryo kepada Fio. Meski mereka sama-sama sudah lulus. Terakhir, fio bekerja menjadi digital marketing. Diryo puj yang menjadi guru. Ketika sudah saatnya, Diryo pun mencoba untuk menjadi ASN dan akhirnya keterima. Diryo masih terbayang oleh Fio. Saat Diryo libur kerja, Diryo pun ke tempat Fio, di Cirebon. Karena memang Fio orang Cirebon. Fio adalah anak orang the have. Yang membuat Diryo menyesal putus dengan Fio adalah kurangnya posesif dan kangen diposesifin. Sampai pencarian membuahkan hasil. Diryo bertemu dengan Fio saat sedang makan bubur di Cirebon. Akhirnya Diryo bertemu dengan Fio di sebuah cafe di Kota Cirebon. Fio yang kebetulan sedang putus dan single, akhirnya kembali dengan Diryo dan berpacaran.

‎5

‎Hubungan Fio Dan Diryo akhirnya mencapai puncaknya, dipelaminan. Pernikahan mereka dilangsungkan di Bogor, di Katulampa. Pernikahan nan sakral akhirnya sah. Diryo pun sujud syukur. "Alhamdulillah ya allah, wanita yang saya sangat sayangi meski dulu sempat putus, akhirnya berjodoh dengan hamba." "Terima kasih telah menyayangi ku dan maaf jika dulu diriku terlalu posesif." Pernikahan amat bahagia. Diryo menjadi ASN Dosen, setelah sebelumnya ia di Kemen dikdasmen sebab pengalaman Diryo menjadi guru. Diryo pun hidup enak. Diryo bermukim di Sentul bersama fio. Sampai beberapa bulan kemudian, fio hamil. Diryo amat senang. "saya sangat senang, istriku hamil, terima kasih ya allah." hari bulan berlalu. Ternyata, Fio mengalami hal yang tidak mengenakkan. Bayinya tidak aman. Seharunya bayi tersebut digugurkan, tapi karena Fio sangat sayang dengan anaknya, ia memilih bertahan. Fio menyembunyikan hal ini kepada Diryo. Sampai pada waktunya, Diryo baru tahu dan bak kesamber gledek, Fio meninggal dunia, namun anak perempuan nan lucu, cantik, imut lahir. "Ya allah kenapa aku baru tahu fio sakit, kenapa?!!" Diryo nangis sejadi-jadinya. Namun, karena Diryo ingat masih ada anaknya, Diryo pun mengusap air matanya, mengazani anaknya, lalu memberi nama Raden Roro Mustiko Rahayuningpraja.

‎Selesai

Komentar